RSS

Cerpen Horor #6: Seorang Pria yang Membunuh Pacarnya

 

Entahlah apa yang ada di dalam benakku saat ini. Kosong. Semua sudah terjadi. Semua ini salahku. Oh, tidak tidak tidak. Semua salahnya. Andai kau tahu, kau juga pasti akan menyalahkannya. Tentu juga akan melakukan hal yang sama kepadanya, seperti yang telah kulakukan kepadanya barusan.

Aku terduduk sambil melihat tubuh kaku wanita itu. Wanita yang terkapar itu. Wanita yang istriku itu. Wanita yang tubuhnya bersimbah darah itu. Wanita yang telah membuatku

Kilasan-kilasan kejadian beberapa menit sebelum sekarang kembali teringang dalam benakku. Samar-samar. Rasanya beberapa menit tadi menjelma waktu ratusan abad. Sekeping demi sekeping aku mengingatnya, mengkronologiskannya hingga tercipta satu cerita utuh.

“Kau tak bisa lakukan ini padaku Teti,” kataku pada istriku saat ia baru membuka pintu rumah.

Teti melirikku tapi diam saja mendengar celotehku. Kemudian, ia pergi ke dalam kamar kami. Aku membuntutinya dan menyerangnya dengan berbagai pertanyaan.

“Lelaki tadi siapa?”

Namun, lagi-lagi Teti hanya diam saja sambil meletakkan plastik-plastik belanjaannya di kasur. Ia membuka blues dan jeans yang dikenakannya hingga tersisa bra dan celana dalam warna merah menyala saja.

“LELAKI YANG MENGANTARKANMU ITU SIAPA?!” tanyaku lagi.

Teti tetap meneruskan kegiatannya tanpa mempedulikan teriakanku. Ia membuka lemari mengambil kaos dan celana pendek untuk dikenakannya. Tak dipedulikan seperti itu membuatku naik darah. Aku menghampirinya kemudian mencengkeram kedua lengannya, memaksanya berbalik.

“JIKA KUTANYA MAKA JAWABLAH!” perintahku padanya.

Teti malah tertawa.

“Kenapa kau tertawa, hah?”

“Kenapa aku harus menjawab kau? Apa yang membuat kau merasa istimewa menyuruh-nyuruhku untuk menjawab pertanyaanmu?”

“Perempuan laknat!” Aku ingin menamparnya tapi urung kulakukan.

“Ayo lakukan bang! Lakukanlah jika kau merasa itu yang paling benar untuk dilakukan. Karena selama ini abang kan tidak pernah melakukan hal yang benar?”

Darahku mendidih mendengar makiannya. Aku ke belakang mengambil pisau. Kuhunus dengan cepat ke perut Teti. Tak hanya sekali, tepat di dada kiri kuhujamkan pisau itu beberapa kali.

Tak perlu menunggu waktu lama. Teti roboh. Aku pun senang. Setan girang.

Entahlah apa yang ada di dalam benakku saat ini. Kosong. Semua sudah terjadi. Semua ini salahku. Oh, tidak tidak tidak. Semua salahnya. Andai kau tahu, kau juga pasti akan menyalahkannya. Tentu juga akan melakukan hal yang sama kepadanya, seperti yang telah kulakukan kepadanya barusan. Dan kau sudah tahu bukan apa kesalahan wanita itu?

Sudah cukup aku cerita. Kau mungkin sudah tak ingin mendengarkan cerita dariku lagi bukan? Cerita seorang pengangguran yang membunuh istrinya gara-gara berselingkuh dengan lelaki lain? Dan bagaimana aku mmenguburkannya?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 September 2012 in Cerita, Horror

 

Tag: , , , , ,

Cerpen Sedih : Penaluna

Cerpen Sedih : Penaluna
Penaluna
 
Oleh : Annisa Widyawati
Aku bersandar di dinding dapur. Ini sudah hampir setengah jam tapi Mama ngga juga berhenti mengoceh. Aku muak. Aku benar-benar muak dengan semua perkataan Mama. Banyak hal yang Mama ngga tahu tentang aku. Mama cuma mengenal dan menilai aku berdasarkan apa yang dia lihat. Dia ngga tau apa-apa tentang aku.
“Kamu itu rasioal sedikit lah, Luna. Mau jadi apa kamu dengan mimpi-mimpi kamu itu? Papa dan Mama pingin kamu jadi dokter. Titik. Mimpi itu ya mimpi, ngga akan untuk jadi nyata. Ngerti kamu?” Kata Mama tanpa memandangku.
“Terserah deh, Ma. Mama ngga tahu apa-apa.” Balasku sambil berjalan pergi meninggalkan Mama. Perasaanku campur aduk. Banyak hal yang membuatku down saat ini. Di sekolah, di rumah, semua orang. Kepalaku terasa sangat berat. Aku masih ngga percaya Emma yang lolos audisi Teen Movie Maker. Emma si cewe centil dari SMA 23 yang aku temui di tempat audisi. Sepertinya dia sama sekali ngga punya kemampuan untuk jadi sutradara. Mungkin dia hanya bisa memegang alat make-up. Aku yang selama ini berjuang untuk lolos audisi itu. Aku yang setiap hari terus berlatih. Aku yang setiap saat bermimpi untuk jadi sutradara. Aku yang selama ini kerja keras belajar segala hal. Aku selama ini yang berjuang. Bukan dia, bukan Emma. Dia ngga tahu apa-apa tentang bagaimana membuat film. Dia ngga tahu apa-apa. Aku yang tahu. Aku yang selama ini mimpi untuk lolos audisi itu. Aku!
Aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Kamar adalah satu-satunya tempat dimana aku bisa sendiri. Aku ingin menghilangkan semua kekecewaan dan rasa bersalah pada diriku sendiri. Apa salah aku ngga mau jadi dokter? Apa salah aku punya impian sendiri? Apa salah aku ingin meraih semua hal yang selama ini aku inginkan? Semua orang meremehkanku, bahkan orang tua dan sahabatku. Semua orang, tapi ngga dengan Jeff. Dia laki-laki yang selama ini mendampingiku. Dia ngga pernah meremehkanku. Dia selalu disampingku.
Tiba-tiba ponselku berbunyi.. Jeff Menelpon.
“Halo Jeff.” Sapaku ramah.
“Kamu lagi dimana, sayang? Aku cari kamu di sekolah, ternyata kamu udah pulang.” Mendengar suaranya membuatku merasa lebih baik.
“Aku di rumah.”
“Kenapa suara kamu lemes gitu? Kamu lagi nangis ya? Ada apa?”
“Eh engga kok, sayang. Aku ngga nangis. Cuman lagi kecewa aja.”
“Karena audisi Teen Movie Maker itu?”
“Iya..”
“Aku ke rumah kamu sekarang ya. Aku pingin bikin kamu senyum lagi.”
“Ada Mama di rumah, Jeff.”
“Mama kamu ngga akan apa-apa kalau aku yang datang.”
“Iya deh.”
“Tunggu ya, princess..” Jeff menutup telepon.
Aku mengambil sebendel kertas dari dalam tas. Beberapa lembar kertas ini adalah naskah film pendekku. Sebuah film pendek yang aku buat susah payah. Tapi semuanya sepertinya sudah berakhir. Padahal lewat audisi Teen Movie Maker lah satu-satunya jalanku meraih semuanya. Sutradara terkenal. Gue benar-benar menginginkannya. Aku menggumam dalam hati, seperti biasanya. Ngga sengaja aku menjatuhkan tas disampingku dan membuat isinya berceceran di lantai. Semua barang-barang gue hari ini, gila banyak banget, mungkin gue bakalan kaya kalau tiap hari dapet bayaran buat bawa semua school stuffs ini. Aku memerhatikan sebuah buku berjudul ‘Dream Big’ diantara buku-buku sekolahku. Buku tentang motivasi dengan sampul bergambar balon warna-warni. Buku pemberian Manda, untuk memberiku inspirasi, katanya. Yah, kurasa dia mulai menyemangatiku. Aku meraih buku itu. Satu persatu halaman aku buka dengan tidak acuh. Aku terlalu malas membacanya. Kurasa menonton film jauh lebih menyenangkan daripada membaca buku. Aku mendengus. Tiba-tiba mataku terpaku pada sebuah halaman. Halaman 14, kalimat yang dikutip dari Woodrow Wilson.
“Semua orang adalah pemimpi. Mereka melihat segalanya bagaikan kabut lembayung pada musim semi, atau sebagai api yang membakar pada malam musim dingin. Beberapa dari kita membiarkan suatu impian mati, namun yang lain memupuk dan melindunginya, merawatnya dalam hari-hari buruk hingga membawanya ke sinar matahari dan juga cahaya yang selalu menghampiri mereka yang selalu berharap impiannya akan menjadi nyata. Semua yang Anda impikan, Anda inginkan dan Anda harapkan, akan dapat Anda raih jika Anda memiliki kekuatan untuk bertahan, jika Anda dapat tetap terfokus pada tujuan Anda dengan intensitas yang cukup dan dengan satu tujuan.”
Aku bengong. Ini kata-kata terindah yang pernah kubaca. Mungkin buku itu dikirim Tuhan padaku sebagai perwujudan dari malaikat. Aku tertawa sendiri. Buku ini adalah malaikat yang dikirim Tuhan? Kalau begitu, buku ini pasti punya sayap tersembunyi. Aku pasti sudah gila. Makin hari, otak gue semakin kacau. Berasa apa kalik gue kalau kayak gini terus. Ha-ha. Aku membaringkan tubuhku lagi dan buku itu kuletakkan di atas dadaku, mencoba meresapi semua kata-kata tadi. Aku bisa, ya, aku bisa meraih apa yang aku inginkan. Tuhan selalu memberi jalan.
Ponselku berdering..
Ternyata aku tertidur tadi. Jeff pasti sudah sampai dan sedang berusaha menelponku. Benar, Jeff menelpon. Aku melempar ponselku ke meja dan segera berlari menuju ruang tamu. Jeff sudah duduk disana dan tersenyum manis padaku. Aku membalas dengan senyuman riang dan menghampirinya. Aku langsung memeluknya. Aku bisa mencium wangi parfum Drakkar, parfum yang sangat dia sukai.
“Luna, aku tadi ngga ingin bangunin kamu. Jadi aku telpon aja biar kamu bangun sendiri.” Kata Jeff sambil tertawa.
“Itu sama aja bangunin aku. Dasar. Tapi maaf ya aku ketiduran.” Aku merapikan kemeja Jeff. Dia tampan hari ini. Dia juga terlihat sangat dewasa, mungkin karena dia lebih tua dua tahun dariku sehingga aku sering melongo melihat gaya berpakaiannya yang berbeda dari anak seumuranku. “Mama ngga bangunin aku. Harusnya Mama bangunin aku.”
“Mama kamu ngga di rumah kok.”
“Loh? Tadi Mama di rumah.”
“Kata Bi Sami, Mama kamu lagi nyetorin tulisannya ke penerbit.”
“Oh.. emang dasar penulis ya ke penerbit terus kerjaannya.” Kataku ketus.
“Karena itu ‘kan nama kamu Penaluna. Mama kamu penulis dan juga pelukis, seniman dehpokoknya. Pena dan Luna. Penaluna Windy Arzen. ” Jeff mencubit pipiku.
“Tapi kalo Papa itu ‘kan investor. Berarti harusnya nama tengahku Investasi.”
Jeff tertawa terbahak-bahak. “Penaluna Investasi. Nama kamu keren banget!”
Aku memandang wajah Jeff. Cara tertawanya yang begitu lepas dan juga mata coklatnya. Aku suka kedua mata coklat itu. Jeffri Raditya, aku sudah pacaran dengannya semenjak aku di kelas tiga SMP, sekitar tiga tahun yang lalu. Dia begitu berarti bagiku.
“Oh iya, ngomong-ngomong soal audisi, semuanya bukan salah kamu, sayang. Kamu udah usaha keras selama ini buat bikin film pendek itu. Kita semua tahu kamu yang terbaik. Mungkin Emma lagi lucky aja.” Jeff meraih tanganku.
“Kita semua? Siapa yang kamu maksud kita semua? Mamaku? Papaku? Sahabatku sendiri, Kesly sama Manda? Mereka pikir aku yang terbaik untuk ini?”
“Udahlah, sayang. Kamu harus senyum. Ayo senyum..” Jeff menarik-narik kedua ujung bibirku dan membuatku tidak bisa menahan tawa. Jeff selalu membuatku tersenyum dan menjagaku. Dia segalanya. Sesuatu di dalam dirinya membuatku merasa begitu berarti. Aku sangat mencintainya.
Sore itu Jeff mengajakku keluar rumah hingga malam. Tentu saja untuk menghiburku. Dia membawaku ke pasar malam di pinggiran Jakarta. Wahana bermain anak-anak yang sederhana, penjual mainan, permen kapas, lampu-lampu malam, anak-anak kecil dan tawa mereka. Semuanya membuatku merasa lebih baik. Membuatku merasa seperti anak kecil lagi, saat aku bebas bermimpi seperti kupu-kupu yang bebas terbang dan selalu merasa semuanya begitu mudah untuk diraih.
Mobil Papa berhenti di depan sekolah. Aku mencium pipi Papa dan langsung keluar mobil untuk menghampiri Kesly dan Manda yang sudah berdiri di depan gerbang. Mereka selalu menungguku disana setiap pagi sambil duduk-duduk di bangku bawah pohon depan sekolah.
“Hey, you guys!” Sapaku dengan senyum ceria sembari menarik mereka melewati gerbang sekolah. Kedua sahabatku itu langsung menyerbuku dengan pertanyaan.
“Beneran Lun, Emma yang dari SMA 23 yang menang? Kok gue baru tau, loe ngga bilang-bilang.” Manda dengan wajah penuh penasarannya.
“Iya, sengaja ngga gue sebarin. Gue malu.” Jawabku datar.
“Tuh ‘kan Lun, Teen Movie Maker itu audisi yang susah banget. Hadiahnya aja ngga tanggung-tanggung: langsung dapet project dan ikutan gabung bareng sutradara-sutradara terkenal di berbagai seminar! Gila aja.” Kesly menarik tangan kananku dan membuat beberapa bendel kertas tugas yang kupegang jatuh. “Eh.. maaf, Lun. Gue ngga sengaja. Maaf banget.”
Aku tersenyum kecut, sementara Kesly memungut naskah yang berserakan di tanah. “Udah ngga apa-apa, Kes. Sini kertasnya. Jalan ke kelas, yuk.”
Kelas masih sepi. Sepertinya kami bertiga berangkat terlalu pagi. Aku memerhatikan anak-anak kelas sepuluh dan sebelas lalu lalang di depan kelasku, mereka berteriak pada anak-anak kelas duabelas dengan senyum mengembang di wajah mereka: “Pagi, kak” “Have a nice day, kak.”. Terasa baru kemarin aku seperti mereka, kesana kemari untuk menyapa kakak kelas yang paling senior. Itu semacam tradisi sekolahku setiap pagi. Konyol memang. Tapi hal itu yang akan selalu membuatku merindukan masa-masa SMA.
Aku masih tenggelam dalam pikiraanku sendiri hingga aku teringat sesuatu. Aku langsung mengecek tas. Dan benar saja setelah seisi tas aku acak-acak, aku ngga menemukannya. CD film pendek gue hilang! Gue yakin gue masukin ke dalam tas kemarin. Haduh bego banget gue sampe hilang gini. Kalo ilang, ya mati gue. Aku buru-buru menelpon rumah untuk menanyakan CD itu ke Bi Sami, mungkin saja dia melihatnya di kamarku. Tapi kata Bi Sami dia ngga melihatnya. Haduh mati gue bisa mati!
“Kenapa, Lun? Kok muka loe aneh gitu?” Kesly yang duduk di sebelahku nyeplos.
“Ada yang hilang. Haduh bego banget gue.”
“Apaan yang hilang, Luna Lalunna?”
“Eh, ngga apa-apa kok. Barang ngga penting he-he.” Aku nyengir. Kayaknya emang ngga usah dicari deh. Seinget gue, masih ada back-up nya di rumah. Semoga aja ngga ditemuin orang iseng.
Aku berpikir keras. Kira-kira siapa yang menemukan CD film pendekku itu? Pencari bakat atau juri Teen Movie Maker yang akhirnya menyadari bakatku dan memberiku kesempatan kedua untuk jadi juara? Aku tertawa kecil. Aku menertawai kekonyolanku. Kesly yang duduk sebangku denganku memandangiku aneh, tapi dia tahu bagaimana aku saat bertingkah aneh, terutama saat aku tertawa sendiri tanpa alasan, benar-benar seperti orang aneh. Dia membiarkanku lalu kembali sibuk dengan buku tugas matematikanya.
Jauh dari perkiraanku, bukan pencari bakat atau juri Teen Movie Maker yang menemukan CD itu, tapi Ivan. Dia salah satu anak populer di sekolah, dia juga super tajir, orangtuanya bukan orang sembarangan. Aku ngga pernah kenal dia, bahkan ngobrol sekalipun engga. Tiba-tiba dia menghampiri mejaku saat aku masih berkutat dengan PR matematika yang belum sempat aku kerjakan semalam—sangat realita anak SMA—. Tangannya mengulurkan sebuah formulir pendaftaran dengan kop bertuliskan Vancouver Film School.
“Luna Lalunna Penaluna, loe jatuhin CD loe di depan ruang OSIS kemarin dan gue temuin. Demi apa film pendek loe keren banget! Bener-bener ngga nyangka gue. Gue rasa loe cocok masuk ke Sekolah ini. Bokap gue yang rekomendasiin.” Ivan tersenyum padaku. Aku melongo, begitupun Kesly yang langsung menyerobot formulir itu dari tangan Ivan.
“A-apa? Bokap loe? Gimana bisa? Maksud gue, loe bahkan ngga kenal gue, iya kan? Kok bisa?”
“Banyak nanya nih loe, Lun. Udah ini terima aja formulirnya. Juga lampirin CD loe ini. Terus kirim ke alamat yang ada di kop. Gue yakin loe ngga cuman diterima, beasiswa bahkan udah nunggu elo. Bentar lagi ‘kan kita juga udah lulus, jadi loe bebas nglanjutin dimana aja.” Cetus Ivan sambil menyodorkan CD film pendekku.
“Loe serius?” Aku masih memandangnya heran.
“Bokap gue nonton film pendek loe. Gue sih yang ngajak dia buat nonton. Gue juga kenal loe. Luna Lalunna Penaluna, si cewe cantik yang gue taksir dari kelas satu, tapi sayang udah punya pacar. Btw, good luck, ya. Kabarin gue berita baiknya.” Ivan nyelonong pergi dengan tawa di wajahnya. Luna Lalunna Penaluna, si cewe cantik yang gue taksir dari kelas satu, tapi sayang udah punya pacar. Aku bengong, ngga bisa ngomong apapun. Vancouver Film School? Bahkan lebih hebat dari hadiah Teen Movie Maker!
Kesly melambaikan tangannya di depanku. “Penaluna, loe masih hidup, ‘kan?”
Beberapa bulan kemudian..
Jeff, Mama, Papa, Kesly, Manda, dan Ivan. Satu-persatu dari mereka memberiku pelukan perpisahan. Pesawat berangkat lima menit lagi. Iya, aku dapat beasiswa di Vancouver, Amerika itu dan berangkat lima belas menit lagi, tepat lima belas menit lagi. Ngga ada lagi yang memaksaku untuk jadi dokter, ngga ada lagi yang meremehkanku karena paling tidak aku seudah membukitikan kemampuanku pada mereka. Aku bisa meraih apa yang aku impikan. Yah, belum jadi sutradara hebat juga, sih. Tapi ini sebuah pijakan awal. Selama ini aku jadi orang aneh, terlalu terobsesi, semuanya karena aku ingin meraih apa yang aku inginkan. Ada yang salah dengan bermimpi? Semua orang bebas bermimpi. Semuanya berawal dari mimpi. Ngga ada yang bisa mengendalikan masa depan kita selain diri kita sendiri, bukan orang lain. Terkadang kabar baik juga datang dari orang yang sama sekali ngga terduga, dari orang yang bahkan ngga terlintas di pikiran. Ivan si anak populer yang entah gimana sekarang jadi salah satu sahabatku. Dia sangat berjasa bagiku. Suatu saat aku akan membalasanya. Hmm.. dan tentang Jeff, dia yang akan selalu di sisiku. Dia berarti segalanya. Dia belahan jiwaku.
Aku berjalan meninggalkan orang-orang yang kusayangi. Tentu saja meninggalkan mereka untuk sementara. Kulihat mereka tersenyum padaku. Senyum ceria mereka. Senyum dengan rasa bangga mereka. Mereka melambaikan tangan padaku, mulut mereka bergumam dan aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka katakan. Tapi aku percaya mereka mengatakan ‘Kami mencintaimu, Lun’.
Luna Lalunna Penaluna. Well, ini bukan akhir, tapi permulaan dari sebuah akhir..
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 September 2012 in Cerita, Romantis

 

Tag: , , , , , ,

Lucu part 8

Masih di Dalam Bungkusan

Seorang pria kasep calon pengantin,yang akan menikah esok hari nya.Punya hobby main tennis,ketika dia sedang bermain tennis.Bola smash dari kawannya tepat mengenai alat vitalnya.

Saking kerasnya smash tersebut,dia pingsan dan dibawa ke RS terdekat.Setelah diberi obat penghilang rasa sakit,serta di bungkus perban. Si calon pengantin laki yang mau menikah besoknya,di persilahkan pulang ke rumah oleh dokter.

Esoknya setelah prosesi pernikahan selesai,tinggallah kedua pengantin baru di dalam kamarnya.Si pengantin wanita sudah menanggalkan semua pakaiannya,si pria masih memakai sarung.

Si wanita lalu berkata sama suami nya sebagai berikut:

Istri: “Suamiku,tubuh semua ini masih fresh.Belum pernah ada seorang pun menyentuhnya.Bagaimana dengan dirimu sayang…?”

Suami: “Apalagi aku,punyaku ini juga masih di bungkus.”(sambil mencopot sarungnya).

Istri: “??@@#!!!!”

Berobat Dengan Dokter Bermasalah

Pada suatu hari ada seorang pria datang ke praktek dokter.

“Pak Dokter, perut saya belakangan ini sering sakit “,keluhnya.

Dokter lalu memeriksa pasien tersebut. Setelah selesai pemeriksaan, lalu diberitahu tentang penyakitnya, pasien itu di beri obat oleh dokter.

“Obat ini harus dimasukkan lewat anus, dan harus tepat lokasinya, . . . untuk sekarang, saya yang akan memasukkan obat ini.” Lalu Dokter tersebut memasukkan obat tersebut.

Setelah selesai….” Dan ini obat untuk nanti malam.”

Pulanglah pria tersebut. Malam pun tiba dan dia harus memasukkan obat itu ke anusnya. Karena susah untuk memasukkan sendiri, lalu dia memanggil istrinya.

“Bu tolong masukkin obat ini ke anus saya.”

“Sini saya masukkin, bapak nungging dulu dong…”

Sementara pria itu tersebut nungging, satu tangan si istri di letakkan di pundak untuk menahan posisi, lalu satu tangan lagi untuk memasukkan obat.

“AAHHHH…!!!” teriak si pria . . .

Istri nya kaget : “Sakit ya pak..???”

“nggak..!!!,bukan sakit…!!!

Saya baru sadar, ketika dokter itu masukkin obatnya ke anus saya, kedua tangannya ada di pundak saya….”

Pertandingan Sepakbola Arab Vs Indonesia

Pada suatu pertandingan sepak bola antara Arab melawan Indonesia nampak pesepak bola Arab yang baru pertama kali tampil di depan umum.

Dan ketika dia melonjak, langsung para penonton memberi tepuk tangan yang meriah. Dia pun semakin girang dan kencang melompat.

Bukk!!! Tiba-tiba dia terjatuh!!! Pingsan!!! Rekan se-tim langsung merubunginya tak terkecuali sang pelatih yang ikut penasaran.

Tim Medis segera memeriksanya.

Tidak ada gejala penyakit apapun!!!??

Tiba-tiba dari sisi luar lapangan kameramen meneriakki mereka sambil nahan ketawa.

Setelah di replay ternyata ada kesalahan saat meloncat tadi.

Sudah jadi kebiasaan orang arab pakai jubah dan tak bercelanadalam.

Jadi, tumit kakinya yang bersepatunya menyambar anunya yang gondal-gandul hingga pingsan…..

Bagaimana Bisa Gemuk

Seorang Dosen bertanya pada seorang siswanya yang paling kurus dan paling suka ngintip cewek.

Dosen : “Hei…Joko abis kuliah kerjanya dirumah apa sih..?”

Joko : “Ya…..habis makan tidur Pak…!!,Ya… biasalah Pak anak Kost…!!”

Dosen : “Lah itukan senang dong, tapi kamu kok kurus sih..??”

Joko : “Ya… gimanalah Pak yang masuk Supermi eh…… tau-taunya yang keluar Sperma, gimana mau gemuk..”

Sepenggal Singkatan Lucu

PANDE DIDAPUR : Pantatnya Gede Dada Siap Tempur
MINAK JINGGO : Miring Enak Njengking ya Monggo
MEETING LEMBUR : Mijat Yang Penting-penting, Nglempengake Burung
KOTBAH : Atas Nyokot(menggigit), Bawah Obah (gerak)
KUSUK : Kakune Pendak Isuk (kakunya ketika pagi)
BERIMAN : Berselingkuh Dengan Istri Teman

Mengganti Warna Cat

Kabul seorang Pengusaha yang kaya. Sering kali dia membuat kejutan buat isterinya, maksudnya mau menyenangkan dan memanjakan sang isteri.

Meskipun Kabul punya beberapa pembantu, tetapi ia senang mengerjakan sendiri segala sesuatu yang berhubungan dengan rumahnya. Seperti hari itu, ketika isterinya masih tergolek bermalas-malasan di tempat tidur yang empuk.

Tanpa sepengetahuan isterinya dia memutuskan mengganti warna cat kamar mandinya. Entah mengapa, yang di cat pertama kali oleh Kabul adalah dudukan closet di kamar mandi itu.

Setelah itu dia turun ke gudang di lantai dasar untuk mencari kuas yang baru dan tangga. Sementara itu, diatas, isterinya merasakan panggilan alamiah dan bergegas ke kamar mandi. Di sana dia langsung duduk di closet tersebut.

Tiba-tiba terdengar jeritan isterinya, Kabul buru-buru lari ke atas. Dia berusaha membebaskan isterinya dari rekatan cat, tapi gagal. Dalam keadaan gugup dan sedikit putus asa dia melepaskan dudukan closet itu dan membopongnya bersama isterinya ke kamar tidur.

Setelah itu dia menelpon Dokter. Tak lama kemudian Dokter tiba.

“Silahkan ke kamar tidur. Saya akan menunjukkkan sesuatu yang mustahil buat Anda, ” kata Kabul, masih dengan gugupnya.

Dia lalu menarik selimut yang menutupi tubuh isterinya, sambil berkata kepada Dokter : ” Bagaimana menurut Anda ? “, tanya Kabul.

“Saya pikir cukup menarik, tapi mengapa pakai di bingkai ?”, jawab Dokter itu santai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 September 2012 in Artis news, Indonesia

 

Tag: , , , , , , ,

Wonder Girls Segera Rilis Album U.S.Terbaru

 

Girl group Wonder Girls, dikabarkan segera merilis album terbaru di Amerika Serikat

Billboard mengumumkan bahwa Wonder Girls akan merilis album berbahasa Inggris tersebut sesegera mungkin.

Billboard berkomentar, “Lagu hit mereka ‘Nobody’ mendapatkan peringkat pada Billboard Hot 100 di tahun 2009. Mereka adalah artis Korea pertama yang sukses merilis album internasional. Saat ini mereka juga belum mengumumkan tanggal dirilisnya album.”

Billboard mengabarkan bahwa Wonder Girls akan bekerjasama dengan komposer Rihanna yaitu J.R. Rotem dan juga komposer “DJ is Mine”, Chrystal Nicole untuk album terbaru mereka. Beberapa penulis lagu ternama juga dikabarkan ikut terlibat diantaranya Wynter Gordon, Claude Kelly dan Nick Jonas.

Billboard juga memuji lagu mereka, “Like Money” ft. Akon, yang telah berhasil duduk di jajaran chart musik radio lokal.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 September 2012 in Artis news, Korea

 

Tag: , , , , ,

G-Dragon “Crayon” kembalinya di ‘Inkigayo’

 

3 tahun setelah ‘Heartbreaker’, G-Dragon akhirnya merilis ‘One of a Kind’ EP dan hari ini mengadakan panggung comeback pertamanya

Pertunjukan “One of a Kind” bersama dengan labelmate, Taeyang G-Dragon menunjukkan sekali lagi dia adalah seorang entertainer sejati Karisma peledak dan perhatian terhadap detail detail peformanya

Judul lagu nya “CRAYON” ditulis dan disusun baik oleh TEDDY dan G-Dragon, dan judul ‘Crayon’ merupakan gabungan dari ‘Crazy’ dan nama lahir G_Dragon, Jiyong Judul juga berarti ‘Crazy On’, mencerminkan gaya G_Dragon untuk menjalankan semua untuk sebuah proyek baru

The “Crayon” performa hanya sebagai gila dan aneh seperti yang Anda harapkan mengingat arti dari judul lagu

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 September 2012 in Artis news, Korea

 

Tag: , , , , , , , ,

“Gangnam Style” dimainkan oleh Maroon 5 Konser di Korea

Maroon 5 memainkan Psy s “Style Gangnam” di konser Seoul mereka, mengejutkan fans mereka.

Maroon 5 mengadakan konser mereka di Seoul pada tanggal 15 di Jamsil Stadion Olahraga dan mendapat respons fantastis dari penonton ketika “Gangnam Style” diputar di bagian intro dari lagu mereka, “Moves Like Jagger”.

Sebelum melakukan lagu hit mereka, Adam Levine menyenangkan para penggemar dengan memainkan sedikit dari lagu, tetapi memergoki mereka terkejut dengan sepenuhnya mengubah lagu untuk “Style Gangnam”.

Ini konser Seoul diadakan 3 bulan setelah merilis album baru mereka, ‘overexposed’ dan anggota memiliki 1 jam 40 menit dengan 23.800 fans di konser.

Ini adalah konser ketiga Maroon 5 di Korea dan band menunjukkan cinta mereka untuk penonton Korea dengan meneriakkan “Terima kasih” selama dan setelah konser.

Check out fancams beberapa konser di bawah ini!

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 September 2012 in Artis news, Korea

 

Tag: , , , , , ,

Drama Korea Terbaru 2012 Rascal Sons

Judul: 아들녀석들 / Rascal Sons
Genre: Keluarga, Romantis
Episodes: ~ 50 (Dalam Konfirmasi)
Stasiun televisi: MBC
Jadwal tayang: 22 September 2012 – 10 Maret 2013
Jam tayang: Sabtu & Minggu 20:40

Sinopsis:

Sebuah drama keluarga yang menceritakan tiga karakteristik berbeda dari anak-anaknya serta menceritakan kisah kehidupan dalam hal pernikahan dan perceraian dalam tujuan untuk mencari arti cinta yang sesungguhnya.

Anak pertama, Yoo Hyun ki (Lee Sung Jae), seorang duda dan ayah tunggal dari seorang putri. Dia belum membuka hatinya sampai saat ini, tetapi kemudian Sung In Ok (Myung Se Bin) masuk dalam hidupnya, seorang ibu tunggal juga, dan kemudian dia jatuh cinta.

Anak keduam Yoo Min ki (Ryu Su Young) adalah seorang novelis cerita fantasi tentang bela diri yang selalu jatuh cinta dengan wanita yang sama, Lee Shin Young (Han Hye Rin) selama sepuluh tahun. Tetapi wanite tersebut saat ini telah bertunangan dengan sahabat terbaiknya.

Anak ketiga, Yoo Seung ki (Seo In Guk), adalah seorang pembuat masalah diantara ketiganya. Dia menikah dengan Mi rim (Yoon Se In) tetapi kemudian bercerai karena dia adalah seorang playboy. Mereka menikah karena dia menghamili Mi rim dan tidak memiliki pilihan lainnya.

Cast:

  1. Lee Sung Jae sebagai Yoo Hyun Ki
  2. Ryu Su Young sebagai Yoo Min Ki
  3. Seo In Guk sebagai Yoo Seung Ki
  4. Park In Hwan sebagai ayah
  5. Na Moon Hee sebagai ibu
  6. Myung Se Bin sebagai Sung In Ok
  7. Han Hye Rin sebagai Lee Shin Young
  8. Kim Young Hoon sebagai Kang Jin
  9. Yoon Se in sebagai Mi rim
  10. Shin Da Eun

Production Credits:

  1. Director: Kim Gyung Hee
  2. Writer: Kim Ji Soo
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 September 2012 in Artis news, Korea

 

Tag: , , , , , ,

Ondel-Ondel dan Kesenian Daerah lain Tampil di Bulgaria

 

Tarian Ondel-ondel memeriahkan acara resepsi hari ulang tahun Republik Indonesia ke-67 yang berlangsung di Military Club, Sofia, Bulgaria pada 11 September lalu. Ondel-ondel ditampilkan oleh tim kesenian dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mereka delapan orang penari dari Cordana Youth Choir pimpinan Aida Swenson dan tujuh orang musisi dari Indro Harjodikoro Band. Selain Ondel-ondel mereka juga membawakan tarian Sin Sin Si Batu Manikam, Janger, dan Rampai Aceh. Sementara lagu  daerah yang dibawakan adalah Es lilin, Panon Hideung, dan Toki Tifa. Tim kesenian ini juga menampilkan kolaborasi tarian daerah yang dibawakan oleh Cordana Youth Choir dengan iringan musik etnik jazz dari Indro Harjodikoro.

Bersamaan dengan tarian Sin Sin si Batu Manikam, beberapa penari menyerahkan kain Ulos kepada Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria, Bunyan Saptomo untuk diserahkan kepada wakil ketua parlemen Bulgaria dan ketua grup persahabatan parlemen Indonesia-Bulgaria.

Tarian Rampai Aceh tampil memukau penonton. Gerakan cepat dan serempak ini menjadi tarian favorit 300 tamu undangan.

Pertunjukkan ini merupakan serangkaian pertunjukkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tiga Kota Eropa Timur termasuk di Beograd, Serbia dan Bucharest, Romania. Pertunjukan ini telah berlangsung pada tanggal 7 dan 9 September 2012.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 September 2012 in Artis news, Indonesia

 

Tag: , , , , ,